NBRS Corp

8 Keutamaan Melaksanakan Kurban, Menjadi Penolong di Akhirat!

3 Juni 2025   |   Khansa Firzana Ufairah
Delapan keutamaan kurban: pahala setiap bulu hewan, penghapus dosa, penolong di akhirat, dan sarana mendekatkan diri kepada Allah. Sumber: Freepik

NBRS Corp — Hari Raya Idul Adha identik dengan momen kebersamaan dan semangat berbagi. Di balik kegiatan menyembelih hewan kurban yang menjadi rutinitas setiap tahun, terdapat berbagai keutamaan luar biasa yang bisa kita raih. Mulai dari meningkatkan keimanan hingga menjadi penolong di akhirat nanti, semua itu termasuk dalam keutamaan berkurban.

 

Nah, buat kamu yang masih ragu atau belum sempat melaksanakan ibadah kurban, yuk kenali 8 keutamaan melaksanakan kurban yang akan membuat kamu makin semangat menabung untuk Idul Adha tahun ini atau tahun depan!

 

  • Setiap Helai Bulu Hewan Kurban Bernilai Pahala

 

Salah satu keutamaan yang luar biasa dari ibadah kurban adalah setiap helai bulu hewan yang disembelih akan dihitung sebagai satu kebaikan. Dalam hadits disebutkan:

 

فِي كُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَة

 

“Pada tiap-tiap helai rambutnya itu terdapat satu kebaikan.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

 

Bayangkan berapa banyak bulu yang dimiliki seekor kambing atau sapi. Setiap helai dihitung sebagai kebaikan. Ini menjadi bukti kemurahan Allah bagi hamba-Nya yang ikhlas berkurban.

 

  • Hewan Kurban Menjadi Penolong di Akhirat

 

Keistimewaan lainnya adalah hewan kurban akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi pemiliknya. Dalam hadits shahih disebutkan:

 

لَيْسَ الْعَمَلُ يَوْمَ الْعِيْدِ أَكْبَرَ عِنْدَ اللهِ مِنْ الدَّمِ الَّذِي يَنْحَرُهُ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَظَافِيرِهِ وَأَشْعَارِهِ وَأَكْبَادِهِ وَإِنَّ دَمَهُ لَيَقَعُ فِي مَكَانِهِ فِي الأَرْضِ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ فِي الأَرْضِ فَبَارَكَ اللهُ عِنْدَكُمْ فِيمَا أَعْطَاكُم

 

“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan diterima di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka berbahagialah kamu dengan (pahala) kurban itu. (HR. Tirmidzi).”

 

Hadits ini menggambarkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban menjadi saksi kebaikan di hari akhir. Sehingga, kurban bukan hanya bernilai di dunia, tetapi juga bisa menjadi penolong di akhirat.

 

  • Bentuk Mendekatkan Diri kepada Allah

 

Secara etimologi, kata “qurban” berasal dari bahasa Arab قَرُبَ (qaruba) yang berarti mendekat. Kurban merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan menunjukkan ketaatan dan keikhlasan melalui pengorbanan harta. Allah Ta’ala berfirman:

 

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ

 

“Dan tidaklah sampai kepada Allah daging-dagingnya dan darah-darahnya, tetapi yang sampai kepada-Nya ialah ketakwaan dari kamu.” (QS. Al-Hajj: 37).

 

Ketika kita menyisihkan sebagian harta untuk membeli hewan kurban dan merelakannya untuk disembelih, hal tersebut menjadi bukti kepasrahan dan ketaatan terhadap perintah Allah. Kurban juga merupakan bentuk ibadah yang memadukan aspek habluminallah (hubungan baik dengan Allah) dan habluminannas (hubungan baik dengan manusia). 

 

  • Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim AS

 

Ibadah kurban memiliki nilai riwayat yang penting karena merujuk pada peristiwa agung antara Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Saat itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya. Keteguhan iman dan ketaatannya menjadi teladan besar dalam sejarah Islam.

 

Dengan berkurban, kita ikut meneladani keteguhan hati Nabi Ibrahim AS dan ketundukan Nabi Ismail AS. Ibadah ini juga memperkuat iman kita dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

 

Baca Juga: Menggali Makna Qurban Lewat Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

 

  • Membersihkan Harta dan Jiwa

 

Kurban bukan hanya membersihkan harta, tapi juga hati dan jiwa. Dengan berkurban, kita belajar untuk tidak terlalu mencintai harta dunia. Kita diajak untuk memberi, berbagi, dan ikhlas melepaskan sesuatu yang kita miliki.

 

Menurut para ulama, fadhilah qurban sangatlah besar karena mampu menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Bahkan, dalam Islam, harta yang digunakan untuk ibadah seperti ini justru akan bertambah keberkahannya.

 

  • Menghapus Dosa-dosa yang Telah Lalu

 

Kurban adalah salah satu cara untuk menghapus dosa, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:

 

يَا فَاطِمَةُ، قُومِي إِلَى أُضْحِيَّتِكِ فَاشْهَدِيهَا، فَإِنَّهُ يُغْفَرُ لَكِ عِنْدَ أَوَّلِ قَطْرَةٍ مِنْ دَمِهَا مَا سَلَفَ مِنْ ذُنُوبِكِ

 

“Wahai Fatimah, berdirilah di sisi hewan kurbanmu dan saksikanlah ia. Sesungguhnya tetesan darah pertamanya itu akan menghapus dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Al-Baihaqi)

 

Hadits ini menjadi penekanan bahwa kurban bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga bisa menjadi wasilah (perantara) untuk mendapat ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosa yang telah diperbuat.

 

Baca Juga: Kapan Jadwal Puasa Arafah 2025? Begini Tata Cara dan Niatnya!

 

  • Membuka Pintu Rezeki yang Lebih Luas

 

Salah satu hikmah berkurban yang sering kali dilupakan adalah bahwa kurban tidak akan mengurangi harta, justru mendatangkan keberkahan.

 

Allah berjanji akan mengganti setiap kebaikan dengan yang lebih baik. Ketika kita ikhlas mengeluarkan harta untuk ibadah, maka Allah akan menggantinya dari arah yang tidak disangka-sangka.

 

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ

 

 “Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.” (QS. Saba: 39)

 

  • Membawa Kebahagiaan kepada Sesama

 

Salah satu hikmah berkurban yang kerap kali terlupakan adalah dampaknya pada orang sekitar. Bayangkan senyum bahagia anak-anak dan keluarga kurang mampu saat menerima daging kurban. Bisa jadi, itu satu-satunya daging yang mereka nikmati dalam setahun.

 

Kebahagiaan yang kita hadirkan kepada orang lain juga menjadi salah satu bentuk pahala yang besar dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

 

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ

 

“Amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan ke dalam hati seorang Muslim.” (HR. Thabrani)

 

Apakah Boleh Berkurban atas Nama Orang yang Sudah Meninggal?

 

Mendekati momen Idul Adha, pertanyaan ini sering kali muncul, terutama bagi mereka yang ingin menghadiahkan pahala kurban kepada orang tua atau kerabat yang telah wafat. Mayoritas ulama berpendapat boleh berkurban atas nama orang yang sudah meninggal, dengan beberapa ketentuan:

 

  • Jika orang yang wafat pernah berwasiat untuk berkurban.
  • Jika dilakukan sebagai sedekah dari ahli waris.
  • Tidak menggugurkan kewajiban orang yang masih hidup untuk berkurban sendiri.

 

Berkurban atas nama orang yang telah meninggal adalah bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada almarhum. Ini juga menjadi bentuk cinta dan bakti yang tulus.

 

Kurban bukan sekadar proses menyembelih hewan. Di balik ini, tersimpan nilai ibadah, sosial, dan ekonomi yang sangat luar biasa. Mulai dari pahala kurban yang dihitung sampai ke helai bulu, hingga menjadi penolong di akhirat, semuanya menunjukkan betapa besar keutamaan berkurban dalam Islam.

 

Kalau kamu memiliki kemampuan, jangan tunda lagi. Manfaat berkurban terlalu banyak untuk dilewatkan. Yuk, mulai sisihkan rezeki dari sekarang agar bisa turut serta menjadi bagian dari orang-orang yang meraih fadhilah qurban dan kebaikan dunia akhirat. Aamiin Allahumma aamiin.

Komentar (0)
Untuk berkomentar, harap Masuk atau Registrasi terlebih dahulu